Bagaimana jika sebenarnya kita tidak sendiri? Maksudku... bagaimana jika sebenarnya kita di temani oleh makhluk yang tak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Melihat mereka yang “tak terlihat” itu sebuah keburukan.
Ini adalah dunia, dimana sekumpulan makhluk muncul secara tiba-tiba. Berawal dari malam yang sunyi, di pecahkan oleh gonggongan keras dari anjing.
Siapa pun tahu, jika anjing menggonggong berarti ada ancaman. Pemilik anjing yang terbangun mendengar kebisingan itu pun melihat keluar jendela. Betapa kagetnya melihat langit terihat berwarna biru laut, suasananya sangat sunyi namun di iringin auman sebuah makhluk.
Anjing yang sedari tadi menggonggong pun terdiam memasuki kandang, bersembunyi dari marabahaya yang akan datang. Pemilik anjing terkejut sekaligus keheranan melihat pemandangan yang tak wajar itu.
Di balik awan-awan yang menggumpal, kilatan petir menyambar memperlihat kan siluet makhluk bertubuh besar yang sedang terbang terdiam.
Terkejut, namun dia merasa bahwa itu semua hanyalah mimpi buruk akibat kantuk seperti biasanya, dia lanjut berbaring di kasur dan mulai menenangkan dirinya.
Dia terus menenangkan diri, membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut, meringkuk ketakutan. Dia terus menggumam bahwa ia sedang bermimpi, dirinya gemetar hebat tak karuan.
"mungkin saja mimpi ini bisa jadi naskah bagus!".
Auman mengerikan kembali terdengar jelas dari kejauhan, angin pun berhembus kencang menerpa pepohonan, daun-daun berterbangan kencang.
Ia pun tak tahan akan penasaran dan melihat kembali di jendela. Terlihat ada seseorang sedang berdiri di antara pepohonan, dengen seekor makhluk tinggi yang mengerikan, sosok itu bersiluet hitam, tak terlihat wajahnya, namun makhluk yang disisinya begitu terlihat jelas, kepalanya seperti paruh burung dengan tinggi kira-kira dua meter, tangannya panjang sedangkan kakinya menyerupai manusia, tubuhnya kekar berbulu seperti gorila, tapi tulang belakang nya mencuat keluar.
Dia melihat sosok bersiluet hitam sedang berbicara kepada makhluk yang mengerikan itu. Sebelum dia menutup kembali gorden, anjingnya kembali menggonggong menandakan bahaya datang.
Setelah dia menoleh ke arah kandang anjingnya, orang bersiluet hitam dan makhluk itu hilang, bersamaan dengan makhluk besar yang ada di langit.
Langit kembali normal namun ketakutannya masih ada, aura-aura yang tidak mengenakkan terasa bagi beberapa orang. Ada juga yang tiba-tiba pingsan tanpa alasan.
Di pagi hari, Muncul berita di tv bahwa beberapa orang di sekitar kota tergeletak pingsan di beberapa tempat, tanpa ada yang mengetahui alasannya, namun seorang ahli mengatakan mereka mungkin pingsan karena udara yang kotor.
pemilik anjing tadi mematikan televisi nya dan terus khawatir terjadi sesuatu. Dia duduk mengambil secangkir teh dan meminumnya. Dia terus membayangkan kejadian malam tadi.
"apakah tadi malam benar-benar mimpi?"
Di saat-saat dia sedang melamun, telepon berdering, memunculkan notifikasi, nomor tak di kenali.
Dia mengambil ponsel nya dan mulai mengangkatnya, tak ada siapapun yang berbicara. setelah dia hampir menutup teleponnya, bulu kuduknya berdiri, dia mendengar langkah kaki terus lewat di dapur dan ruang tamu, dengan suara gesekan yang tak membuatnya nyaman.
Mengingat keluarga nya sedang keluar, dia curiga jika ada seorang pencuri. Sesaat dia ingin menciduknya, suara langkah dan gesekan pun menghilang, meninggalkan nya sendiri.
Dia berpikir bahwa dia sedang berkhayal atau salah dengar, akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar rumah dan pergi ke sebuah cafe. Di perjalanan dia tidak melihat seorang pun sedang berjalan. mengingat ini adalah jam sibuk, mungkin orang-orang sedang bekerja, dia pun lanjut berjalan ke cafe.
Sesampainya di cafe, suara bel pintu berbunyi, tapi tak ada siapapun di dalam, dia hanya heran, dan lanjut duduk di kursi yang hangat. Dia pikir seseorang sudah duduk lama di kursinya.
Dia pun memanggil pelayan, namun tak ada respon. Sedikit kesal karena tak ada siapapun yang melayani, dia pun berjalan menuju depan counter, tak ada tanda seorang pun disana.
Dia pun penasaran, memasuki counter dan berjalan menuju pintu dapur. Benar saja tak ada seorangpun disana.
Dia pun terus berpikir tenang dan berjalan keluar, lalu sesaat setelah dia keluar dari counter , tiba-tiba semua orang sudah diam di tempat masing-masing .
Dia pun bingung, bersamaan dengan barista yang sedang terkejut muncul orang asing di pintu dapur. Barista itu hampir meneriaki dia pencuri, namun dia tak membawa barang apapun.
Barista itu hanya bertanya kenapa ia muncul dari dapur?. Panik, dia pun menjelaskannya namun barista itu tak percaya, menyuruhnya duduk memesan kopi atau pergi keluar.
Dia pun memutuskan untuk memesan kopi, tapi dengan agak sedikit keheranan. Dia menghela nafas lanjut membawa ponsel dan memasang headphone di telinga memutar musik dan melupakan hal-hal yang baru saja terjadi.
Pelayan pun datang membawa secangkir kopi, menepuknya karena sedang mendengarkan musik. Pelayan itu molantarkan pertanyaan, mengapa dia tiba-tiba muncul di pintu dapur? Saat itu ia sedang membersihkan cangkir kotor, namun terkejut karena tiba-tiba ada seseorang di  pintu dapur tanpa tanda-tanda.
Dia pun terkejut akan pertanyaan pelayan itu, dan bertanya kembali, apakah aku benar-benar tiba-tiba muncul di pintu? Pelayan itu mengangguk, ekspresi nya sedikit panik.
Sebelum dia menjawab, pelayan itu di panggil untuk mengantarkan kopi, pelayan  pun meninggalkannya, dia lanjut memutar musik sembari membuka buku yang ia bawa.
Buku, “5 misteri makhluk creepy” dia membawanya karena penasaran akan hal yang terjadi tadi malam. Namun setelah setengah jam dia mencari, dia tidak menemukan jawabannya di buku itu.
Dia pun menghabiskan kopinya bangkit membayar ke counter, lalu pergi berjalan keluar cafe, sesaat setelah bel pintu berbunyi.
Semua orang menghilang dalam sekejap mata, membuatnya terkejut jatuh ke tanah, nafasnya tercekat.
Suasana kota menjadi suram, tak ada seorangpun yang sedang berjalan, namun dia tak sendiri, seekor makhluk besar yang dia lihat malam tadi lewat di atas kepalanya, angin berhembus kencang hampir membawanya terhempas.
Auman makhluk itu sangat keras, saat makhluk itu lewat guncangan hebat terjadi, dinding-dinding dan kaca mulai retak, pot bunga jatuh dari bangunan tinggi, hampir menimpanya.
Dari kejauhan, dia melihat sosok bersiluet hitam tadi sedang menghadap padanya, makhluk mengerikan itu pun, berada tepat di depan dirinya yang sedang tersungkur lemas.
Bukan hanya makhluk itu yang muncul, beberapa makhluk mengerikan lain bermunculan, berjalan dengan bebas di penjuru kota.
Langit pun berbubah menjadi biru laut, seperti yang terjadi tadi malam.
Dia pun tersenyum ngeri. Ternyata yang dia alami itu bukanlah mimpi, melainkan kenyataan!
***
Terbit pada: 29 April 2026, 20:26