One Crazy

Oleh: GuriGiru | Bab 2: Kuro Amagame

Dalam beberapa menit aku aku masih tertidur di kasur, menatap langit-langit plafon, matahari masuk melalui celah-celah jendela dan gorden.

"Aku... Benar-benar menjadi Hayato..."
Aku bergumam lalu beranjak dari kasur, tak ingat bahwa aku harus segera bergegas sekolah karena hayato adalah murid yang rajin sekaligus pintar.

Nguuungggg

Suara ponsel lipat tua itu berdering menggema ke seluruh kamar, menampilkan nama di layarnya [Himei Kiyaji] aku ingat, Hayato memiliki teman dekat yang selalu memperhatikan nya.

Lekas aku mengambil ponsel itu, mencoba menjawab namun ragu, karena seumur hidup ku aku hanya mengangkat telepon dari orang tuaku.

Ponsel berhenti berbunyi namun di susul dengan spam pesan di sms, aku panik tak bisa menjawab, ponsel itu terus berdering, tak cukup spam pesan Himei terus menerus menelpon ku memaksa ku untuk menjawabnya.

"Ha-halo?" Suaraku sulit untuk keluar aku terlalu gugup untuk di telepon.

"Hei hayato! Kamu sekarang dimana?! Mengapa tidak lekas berangkat sekolah?!" Dia berteriak di dalam telepon membuatku merinding, aku kesulitan menjawabnya.

"Ma-maaf, aku akan segera kesana..."

"Bagus lah. Omong-omong, jawabanmu gak kayak biasanya? Ada masalah apa? Biasanya kau menjawabku setelah aku menelepon 100x"

'Ha-hayato... Dia kayaknya... Introvert sepertiku juga...'

"G-gak ada apa-apa, aku semalam sulit tidur, jadi bangun terlambat, haha..."
Bohong banget jir...

"Hmm? Biasanya kamu tidur tepat waktu kan? Ada masalah, kah?"

"Gak ada, cuma, cuma insomnia aja... Aku mau mandi dulu jadi, sampai nanti di sekolah"

"Tungg-"

Aku dengan cepat menutup telepon, lalu menghela nafas panjang...

Gugup banget jir...

Aku biasanya mengangkat telepon dari ibuku, aku selalu gugup jika seseorang menelpon ku secara tiba-tiba.

Kenapa orang-orang selalu mudah menelpon seseorang? Padahal bisa chat...

Untuk sekarang aku akan mandi, sarapan, menyiapkan perlengkapan menulis...

Maunya seperti itu, tapi...
Kenapa kasurnya bisa jadi berantakan gini?!

Hah... Kebiasaan tidur ku sampai terbawa disini...

Setelah mandi dan mengenakan seragam, aku pun sarapan dengan makanan yang ada di kulkas, Hayato selalu mengirit biaya makannya, jadi dia menyimpan sisa atau sedikit makanan di kulkasnya.

Orang macam diriku emangnya bisa jadi hayato?!

Setelah sarapan meski sedikit, aku pun menyiapkan beberapa perlengkapan menulis ke dalam tas, lalu beranjak berjalan keluar.

O-oke, aku harus siap!

Cklek

Pintu terbuka, cahaya masuk kedalam, menyilaukan mataku, namun secara bersamaan, tetangga ku, Hayase Nino pun keluar.

E-eh...

Aku menatapnya secara tidak sengaja. dia sedang mengunci pintu lalu terdiam sejenak ketika kita bertatapan.

Wajahnya seketika memerah, tubuhnya gemetar, dia langsung mengalihkan tatapannya ke lantai. Ntah mengapa itu membuat perasaanku sakit.

"A-anu..." Dia mulai berbicara padaku, tapi dia tetap tak menatapku. Yah, aku juga kesulitan menatap seseorang.

"Ma-maaf yang semalam!" Dia tiba-tiba menunduk meminta maaf padaku.

"E-eh, kenap-" tiba-tiba aku teringat kejadian semalam.
Hayato sialan, dia punya ingatan yang kuat...
"Tidak apa-apa, malah aku juga minta maaf karena mengagetkan mu" aku tersenyum, meski terpaksa karena tak tahu cara tersenyum tulus.

Dia pun akhirnya menatapku. Ntah kenapa tatapannya begitu yakin. Dia pun menarik nafas dalam.

"MA-MAUKAH KAMU BERANGKAT DENGANKU!" dia tiba-tiba berteriak, suara mungilnya mengagetkan ku, seketika aku terdiam.

I-ini kan... Scene pas Hayase minta Berangkat bareng Hayato...

Itu sulit bagiku tapi, aku mengiyakan nya, kami pun berangkat bersama-
Tunggu, badanku malah gemetar, wajahku agak memerah, karena selama seumur hidup, aku gak pernah jalan bareng cewek.

Tubuh Hayase begitu mungil, mungkin tingginya 150cm.
Tubuh mungilnya, bisa aja gak keliatan orang, kan?

Saat sedang berjalan, seseorang bertubuh besar tak sengaja menabraknya, membuatnya tersungkur jatuh.

"Ah- maaf, aku tak melihatmu"
Untungnya orang itu menunduk dan meminta maaf.

Sedari tadi, agak aneh aku lihat orang menunduk karena minta maaf...

Karena aku menjadi salah satu karakter utama di dalam game, Game ini berlatar di jepang saat ini, jadi, mimpiku pergi ke jepang dan bersekolah disini, tiba-tiba saja terkabulkam.

"A-aku juga minta maaf karena menghalangi jalan" Hayase ikut menunduk, dan akhirnya, butuh waktu selama kurang lebih sepuluh menit untuk mereka saling meminta maaf.

"Ma-maaf, aku jadi ngerepotin kamu..." Akhirnya dia meminta maaf juga padaku karena aku yang harus menyelesaikan maaf-maafan, meski dengan sedikit keberanian untuknya aku bisa melerai mereka...

"Gak apa, kamu baik-baik aja setelah di tabrak?"

"A-aku baik-baik saja, aku kuat!" Dengan sombongnya, Dia mengangkat tangannya seperti seorang binaraga. Ntah kenapa tubuhnya yang mungil, menurut ku terlihat seperti tupai...

"Haha, baguslah-"

"HAYATO!"
Seseorang memanggilku dari kejauhan, dia berteriak padaku.

Ternyata dia adalah seorang pegawai dari sebuah restoran, sekaligus senior Hayato, karena Hayato juga bekerja di restoran itu.

Tak pernah di beritahu siapa namanya, dia hanya seorang perempuan berumur 20 tahun yang selalu menganggap Hayato sebagai adiknya.

Dia karakter bagus, sayangnya dia hanya ada di satu chapter.

"Kamu mau berangkat sekolah?" Ucapnya.

"Y-ya, aku tadi terlambat bangun..." Aku menatapnya gugup.

"Gak kayak biasanya..." Dia baru menyadari ada Hayase di sampingku.

"Eh? Kamu nyulik anak kecil dimana?" Dia terkejut dan menatap curiga padaku.

"Ng-nggak, dia Hayase teman sekelasku!" Aku menjelaskan nya dengan panik, takut kesalah pahaman terjadi.

"Ha-halo, aku Hayase Nino" dia menundukkan kepalanya dengan gugup, tubuh mungilnya terlihat seperti hamster sedang makan.

"O-oh teman, ku kira Hayato Menculik loli sembarangan, haha..."

Dia sempet gak percaya!

Setelah beberapa obrolan dengan seniornya Hayato, Aku dan Hayase pun lanjut berangkat ke sekolah.

Sesampainya di gerbang sekolah, aku menatap bangunan-bangunan nya, tertata Rapi dihiasi pohon-pohon Sakura, di halaman, hanya berserakan bungan sakura yang pink nan cantik, berbeda dengan sekolah ku yang dulu, selalu ada sampah di halaman sekolah.

Gini kah sekolah di jepang!

"Ada apa Hayato-kun?" Hayase dengan penasaran menatapku, yang sedang bangga menaruh tanganku di dada.

Aku baru menyadarinya, tapi.
Aku ngerti bahasa jepang?!
Bahkan tulisannya pun yang harus di pelajari selama dua tahun, dengan mudahnya bisa ku baca!

Ga-gawat... Aku kesenengan...

Hayase masih menatapku dengan heran.

Bel pun berbunyi, aku baru tersadar dari lamunanku.

"Ce-cepat Hayato-kun" Hayase berlari masuk kedalam gerbang sekolah.

Aku hanya menatap gerbang, seakan gerbang itu menjauh saat aku mendekat.

Aku tak bisa mengejar gerbang sekolah itu, aku tak bisa mengejar Hayase, seakan gerbang itu menjauh dariku.

Dukk

Seseorang menabrak punggungku, membuatku tersadar kembali.
"Ah maaf- hah, Hayato, ngapain kamu berdiri di depan gerbang? Cepet masuk!"
Orang itu adalah Heiro Akame, dia adalah Kakak kelas Hayato sekaligus Heroine ke 3 yang selalu berusaha mendapatkan Hayato. Dia saat ini sedang terburu-buru sembari memegang sepotong roti.

"Oy, kenapa melamun? Cepat!"

Dia memegang tanganku dan menyeretku masuk kedalam sekolah.

Ntah mengapa, gerbang sekolah yang tadinya menjauh, kini menjadi dekat, dan aku berhasil masuk kedalam halaman sekolah.

Di lorong, banyak murid bergegas masuk kelas.

"Cepat masuk kelasmu!" Heiro pun bergegas menaiki tangga menuju lantai atas karena kelasnya disana.

Aku pun langsung bergegas memasuki kelas. Kelas Hayato adalah 2-4, Hayato duduk di bangku paling belakang dekat dengan jendela.

Setelah memasuki kelas dan menyimpan tas, guru pun masuk.

"Baik, perhatian semuanya!" Guru memasuki kelas sembari memegang lembaran kertas.

"Kali ini kita ada ujian mendadak, jadi persiapkan diri kalian" ucap guru itu sembari merapikan lembaran kertas.

"Eh????" Teriakan semua murid menggema di dalam kelas.

"Jangan mengeluh, cepat siapkan alat tulis kalian- dan kali ini kita kedatangan murid Baru" guru itu memanggil murid baru itu.

"Kemari"

Aku baru ingat!

Ini adalah scene dimana munculnya Heroine utama.

Murid itu memasuki kelas dengan langkah yang anggun, membuat sekitar kelas sedikit berisik.

"Perkenalan, aku adalah Kuro Amagame, mulai hari ini aku akan belajar bersama kalian, mohon kerjasamanya" setelah perkenalan dia lanjut menunduk.

Dia kuro Amagame, tubuh tinggi, rambut hitam panjang, mata merah kecoklatan, parasnya cantik, sifat anggun layaknya seorang putri.

Dia Heroine utama, namun dia seorang Yandere yang obsesif kepada Hayato, dia Berhasil mendapatkan Hayato namun dia selalu hampir mencelakai Heroine yang lain.

"Baik, kamu duduk di depannya Hayato" ucap guru itu.

Aneh, harusnya dia duduk di samping Hayato, apa karena ini bukan didalam game?

Kuro pun berjalan kearah bangku, aromanya yang wangi membuat orang-orang kagum dan terpesona olehnya, namun dia menatap dan tersenyum kearahku.

"Kamu Hayato-kun, ya? Salam kenal, aku Kuro Amagame, Mohon kerjasamanya" dia mengulurkan tangannya padaku, menandakan jabatan tangan.

Aku pun dengan gugup menjabat tangannya, aroma parfumnya yang wangi sejenak membuatku tersenyum.

Kelas pun dimulai, kini keseharian ku sebagai Hayato Harutora pun, dimulai.
Terbit pada: 29 April 2026, 20:46